Lorenzo Akui Miliki Kesamaan dengan Bos Ducati
28 Februari 2018 | 19:38 | DjantiVirantika

Photo by: @jovan3fm

BOLOGNA – Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, memuji kehebatan Bos Ducati, Gigi Dall'Igna. Menurutnya, kemampuan apik Dall’Igna dalam mengatur tim telah membuat Ducati dapat bersaing dengan pabrikan lainnya.

Dengan kemampuan tersebut Dall’Igna juga mampu menciptakan kendaraan yang apik untuk para pembalapnya. Karena itu, para pembalap Ducati pun bisa tampil begitu gemilang berkat Desmosedici –sebutan motor Ducati– yang begitu kompetitif.

Lorenzo juga mengaku memiliki kesamaan dengan Dall’Igna soal cara memandang setiap balapan. Menurut Lorenzo, dirinya dan bos Ducati sama-sama mengincar kemenangan dalam setiap balapan yang dilakoni. Dengan kondisi ini, Lorenzo pun merasa semakin betah berada di Ducati.

"Gigi adalah seorang insinyur yang luar biasa. Dia ingin menang dan memiliki sikap sebagai pemenang. Kami memiliki kesamaan," ujar pembalap berjuluk X-Fuera itu, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Rabu (28/2/2018).

"Jika ingin menang, Anda harus melakukan sesuatu yang lebih baik daripada lawan Anda. Jika Anda hanya sedikit lebih lambat di kompetisi, kerugian akan Anda rasakan,” lanjut rekan setim Andrea Dovizioso tersebut.

“Jika Anda seorang yang mahir (seperti Gigi), maka Anda juga akan memiliki pengalaman dengan teknologi baru. Sukses adalah hasil kerja yang bagus. Semua yang dia ciptakan adalah konsekuensi dari mental kemenangannya,” tuturnya.

Karena itu, Lorenzo bertekad memberikan penampilan yang apik pada MotoGP 2018. Hal ini harus ditunjukkan Lorenzo sebagai bentuk terima kasihnya kepada Dall’Igna karena selalu memberikan yang terbaik kepada dirinya dan juga pembalap Ducati lainnya selama ini.

Selain untuk membayar kerja keras Dall’Igna, torehan yang baik juga harus ditunjukkan Lorenzo sebagai pembuktian bahwa dirinya masih menjadi pembalap yang hebat. Pasalnya, pada musim lalu, Lorenzo gagal menorehkan penampilan yang apik.

Pembalap berusia 30 tahun itu kesulitan beradaptasi dengan Desmosedici sehingga harus tercecer pada musim lalu. Kondisi ini membuat Lorenzo harus puas bertengger di posisi ketujuh pada klasemen akhir pembalap MotoGP 2017.

(Ram)