Palembang, CNN Indonesia --  Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghazarma divonis delapan tahun penjara dalam kasus chat mesum terhadap mahasiswanya. Dia juga diberi hukuman denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara.  Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang menyatakan Reza melanggar pasal 9 juncto pasal 35 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi juncto pasal 65 ayat 1 KUHP.  "Perbuatan tersebut menyebabkan para korban trauma dan mempersulit proses perkuliahan. Hal yang memberatkan, terdakwa merupakan dosen yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa. Juga selama persidangan tidak mengakui perbuatannya dan memberikan keterangan yang berbelit-belit," kata Ketua Majelis Hakim Fatimah, Senin (30/5).

Putusan hakim lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum yakni 10 tahun pidana penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara. Perilaku sopan selama persidangan dan belum pernah tersangkut tindak pidana sebelumnya menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman Reza.  Reza Ghazarman melalui kuasa hukumnya menyatakan banding atas putusan tersebut.  Sementara itu, kuasa hukum korban Sayuti Rambang mengatakan pihaknya puas dengan vonis yang diberikan hakim. Para korban merasa tindakan Reza telah mencoreng nama baik Unsri.  "Vonis yang dijatuhkan sudah sesuai harapan. Kami harap tidak ada kasus serupa lagi di dunia pendidikan yang seperti ini," kata dia.

Sebelumnya, Reza dilaporkan karena diduga melecehkan mahasiswanya lewat pesan di aplikasi pesan singkat. Ada lima orang yang melaporkan.  Reza menjabat sebagai Kepala Program Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Palembang. (idz/bmw) 

Palembang, CNN Indonesia --

Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghazarma divonis delapan tahun penjara dalam kasus chat mesum terhadap mahasiswanya. Dia juga diberi hukuman denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara.

Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang menyatakan Reza melanggar pasal 9 juncto pasal 35 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi juncto pasal 65 ayat 1 KUHP.

"Perbuatan tersebut menyebabkan para korban trauma dan mempersulit proses perkuliahan. Hal yang memberatkan, terdakwa merupakan dosen yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa. Juga selama persidangan tidak mengakui perbuatannya dan memberikan keterangan yang berbelit-belit," kata Ketua Majelis Hakim Fatimah, Senin (30/5).

Baca artikel CNN Indonesia "Dosen Unsri Divonis 8 Tahun Penjara Kasus Chat Mesum ke Mahasiswi" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220530183510-12-802862/dosen-unsri-divonis-8-tahun-penjara-kasus-chat-mesum-ke-mahasiswi.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/